Tag

Golang

Browsing

Setelah kemarin kita belajar sampai ke variable tanpa tipe data, kali ini kita akan lanjutkan materi kemarin.

3. Deklarasi Multi Variable

Sama halnya pada bahasa pemrograman lain, Golang pun memiliki Multi variable atau variable yang terdapat dalam satu deklarasi.

Pada saat menuliskan Multi variable, kita harus membatasinya dengan menambahkan “,” pada setiap akhir kata yang akan kita tulis.

var kesatu, kedua, ketiga string
kesatu, kedua, ketiga = "satu", "dua", "tiga"

Kita dapat meringkasnya lagi

var kesatu, kedua, ketiga string = "satu", "dua", "tiga"

atau

kesatu, kedua, ketiga := "satu", "dua", "tiga"

Bila kita menggunakan type inference, Multi variable dapat dituliskan dengan tipe data yang berbeda

satu, isSunday, onePointOne, say := 1, true, 1.1, "Hi"

4. Variable Underscore (“_”)

Pada hal ini, Golang memiliki keunikan yang berbeda dengan bahasa pemrograman lain yaitu adanya variable untuk value yang tidak dipakai atau tempat sampah.

_ = "belajarin"

_ = "belajar Golang"

name, _ = "Maulana", "Alhif"

Perlu diingat pula, bila kita menggunakan variable underscore maka value yang kita masukkan akan hilang.

5. Variable new

new digunakan untuk membuat variable pointer dengan tipe data tertentu. Nilai data akan mengikuti tipe datanya.

name := new(string)

fmt.Println(name)
fmt.Println(*name)

Pada variable name, menampung data yang bertipe string. Baris pertama tidak menampilkan nilainya melainkan memory address yang berupa hexadecimal. Lalu pada baris kedua muncullah nilai aslinya dengan menambahkan ( * ).

Halo teman-teman, kali ini ada pembahasan tentang Golang lagi nih, dan sekarang part #3 ya. Yuk belajar dulu.

Karena pada materi sebelumnya sudah belajar tentang instalasi dan juga membuat program pertama, jadi kali ini kita akan sedikit membahas tentang variable.

Pada wikipedia, kita akan disuguhkan pengertian dari variable adalah lokasi penyimpanan dan terkait nama simbolis yang berisi beberapa kuantitas yang diketahui atau tidak diketahui atau informasi, nilai.

Pada Golang sendiri, variable di bagi menjadi 2 yaitu yang dituliskan dengan tipe datanya dan juga tidak.

Golang juga ada aturan yang cukup serius yaitu kita harus menuliskan juga tipe data-nya pada saat melakukan deklarasi, atau biasa disebut dengan “Manifest Typing”.

  1. Kita coba membuat variable yang tipe datanya harus ditulis.

Catatan :
1. var : var digunakan untuk menyatakan deklarasi variable, dan disitu ada namadepan dan juga namabelakang.
2. namadepan : pada namadepan, variable diisi langsung pada saat deklarasi
3. namabelakang : pada namabelakang, nilainya yang diisi oleh deklarasi dan ini berbeda dari namadepan.

#Skema dalam penggunakaan var adalah :

var (nama variable) (tipe data)
var (nama variable) (tipe data) = (nilai/value)

Contohnya :

var namadepan string
var namabelakang string = "Ikhsan"

Pada nilai variable bisa langsung diisi pada saat deklarasi.

#Bisa kita lihat pada kode fmt.Printf, dimana fungsi dari fmt.Printf adalah untuk menampilkan output dalam bentuk yang berbeda dengan fmt.println yaitu struktur outputya di definisikan di awal.

2. Kita coba variable tanpa tipe data

Golang mengadopsi method yang bernama type inference, yaitu method untuk deklarasi variabel yang tipe data-nya ditentukan oleh tipe data nilainya, cara kontradiktif jika dibandingkan dengan cara pertama dan var tidak perlu ditulis.

Var dan tipe data dapat dihilangkan apabila menggunakan (” =: “). Tipe data akan menyesuaikan dengan value yang kita tuliskan, apabila kita menuliskan value berupa string atau int maka tipe datanya secara otomatis akan membaca itu string atau int.

Var dapat tetap dituliskan pada saat deklarasi walaupun tidak menuliskan tipe data, akan tetapi harus mengganti (” =: “) dengan (” = ‘).

Dan perlu diingat bahwa, bila kita menggunakan (” =: “), itu hanya bisa digunakan sekali pada awal deklarasi dan kemudian selanjutnya menggunakan (” = “).

Halo teman-teman, kali ini ada pembahasan tentang Golang lagi nih, dan sekarang part #2 ya. Yuk belajar dulu.

Setelah kemarin kita belajar tentang cara instalasi dan konfigurasi GOPATH pada Golang, nah kali ini kita belajar seperti pada bahasa pemrograman yang lain yaitu cara membuat program pertama kita.

Gimana sih cara bikinnya? apa ribet?

Tenang aja, di part #2 sekarang kita cuman mau membuat cara menampilkan Hello World atau kata apapun. Yuk simak dulu.

Sebelum kita melakukan coding, terlebih dahulu kita membuat folder untuk menyimpan data kita yaitu di gocode. Nah sekarang kita membuat folder lagi di dalam gocode/src,

Kan kita udah bikin folder buat workspace kita ya, sekarang kita import folder tadi ke dalam text editor kita. Karena saya menggunakan vs code, maka kita langsung saja import

Kita anggap saja sudah import folder ya, nah setelah import folder itu kita bikin file di dalam folder tadi. Kalo saya bikin file dengan namanya belajargolang.go. Perlu diingat ya kalo di Golang itu extensinya adalah go.

Salah satu kelebihan dari Golang adalah kita tidak perlu menambahkan “;” pada akhir code, yang pada bahasa pemrograman lain biasanya menggunakan “;”. Dan di Golang pun bila ada code untuk import sesuatu tetapi tidak di gunakan maka Golang akan menjadikan itu error karena hanya akan memenuhi isi codingan kita.

Pastikan kita menulis code “main” karena itu yang akan dijalankan oleh Golang. Dan “main()” adalah code pertama yang akan di eksekusi. Apabila kita membuat banyak file Golang, maka pastikan salah satu dari file tersebut mengandung code “main()”. Lalu (import “fmt”) ialah kita mengambil package lain yang dimana itu berfungsi untuk keperluan I/O. Kemudian untuk (“fmt.Println”) adalah code untuk memunculkan text ke layar.

Bisa kita lihat, kata yang keluar adalah Hola guys, karena saya menuliskannya Hola guys. Sekian dari saya, semoga ilmu ini bermanfaat bagi semuanya

Halo teman-teman, kali ini ada pembahasan tentang Golang loh. Yuk belajar dulu.

Menurut wikipedia.org Golang itu adalah bahasa pemrograman yang di buat oleh google. Go ini sendiri dulunya hanya di gunakan untuk internal saja atau hanya untuk perusahaan google. Namun pada tahun 2009 oleh Robert Griesemer, Rob Pike, dan Ken Thompson menjadikan Go sebagai open source yang dapat dipakai oleh siapa saja. Dan juga Go itu ialah bahasa pemrograman yang dihimpun dan diketik dalam bahasa C, dengan fitur pengumpulan sampah, penulisan terstruktur, keamanan memori, dan pemrograman yang konkuren serta berururtan.

Nah jadi di part 1 ini kita hanya akan membahas tentang cara instalasi dan configure untuk GOPATH.

Pertama kita download dulu Golang di websitenya https://golang.org/

Lalu setelah kalian klik itu, kalian akan diberi pilihan untuk memilih versi mana yang akan kalian gunakan. Karena kali ini saya menggunakan Jendela maka saya pilih Jendela.

Nah, setelah kalian selesai downloadnya silahkan kalian install seperti biasa. Tempat menyimpannya default juga gapapa biar gampang aja, tapi kalo emang mau secure biar sewaktu device kalian melakukan install ulang ya kalian simpan di selain C:, karena kalo kalian simpan di C: terus kalian melakukan install ulang maka semua data yang kalian belum back up akan terhapus semua.

Lalu setelah instalasi kita melakukan yang namanya GOPATH Configuration, yaitu agar command Go dapat dilakukan di cmd kita (kalo jendela).

Yang pertama kita masuk ke environment, yaitu dengan cara mencari yang namanya edit the system environment variables.

Setelah masuk ke environment variable kita isi dulu pada user variable for user (nama pc-mu). Lalu kita tambahkan variable dengan nama GOPATH dengan value dimana tempat kamu simpan GOPATH itu. Ohiya sebelum itu kita bikin dulu folder baru ya buat simpan GOPATH kamu, terus kalian isi pake bin, src, dan pkg. Masing-masing folder kosong dulu.

Jadi folder gocode itu folder untuk menyimpan GOPATH ya.

Bisa kita lihat ya, untuk yang 1 itu kita melakukan editing atau penambahan pada variable path. Dimana kita menambahkan letak dari GOPATH kita. Lalu untuk ke 2 kita menambahkan variable dengan nama GOPATH dan dengan value tempat tersimpannya yaitu di C:\gocode. Setelah langkah ini selesai kita coba menjalankannya dengan mengetik di cmd “go”

Bila sudah seperti ini berarti Golang kita sudah terinstall dengan baik ya, dan jika kita mau melihat versi berapa tinggal ketik aja “go version”

Nah kan yang aku pake itu versi 13.1, lalu kita lihat lagi apakah GOPATH yang tadi kita konfigurasikan sudah terpasang atau belum yaitu dengan mengetik “go env”

Tuhkan terlihat dimana kita menyimpan GOPATH.

Sekian dari saya untuk materi Golang kali ini, mungkin kedepannya akan ada materi-materi yang lain seperti PHP, Laravel, JAVA, Kotlin, Python, Flutter, CI, Django, atau mungkin AI ( Artificial Intelligence). Jadi tungguin aja ya, atau mungkin nanti akan pindah ke website sendiri.